بسم الله الرحمن الرحيم

Rabu, 04 Maret 2015

ADAB (ETIKA)

Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah -berkata: Allah swt.berfirman :
يأيها الذين ءامنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا (التحريم:٦)
"Hai orang-orang yang beriman,lindungilah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (Q.s. at-Tahrim: 6).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., yang mengatakan tentang tafsirnya ayat tersebut,"Didiklah dan ajari mereka.Dan dengan demikian berarti engkau telah melindungi mereka dari api neraka."
Diriwayatkan dari Nabi saw.yang bersabda:
ما نحل والد ولدا أفضل من أدب حسن
"Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari adab (kesopanan)." (H.r.Timidzi,al-Hakim dari Amr bin Sa'id bin Ash, dan ath-Thabrani dari Ibnu Umar).
Beliau juga bersabda:
إن الله أدبني فأحسن تأديبي
"Sesungguhnya Allah telah membina mental (akhlak)ku, kemudian Dia membinanya  dengan sangat  baik."(H.r. al-Askari dari Ali r.a.).
Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata:Hadis ini ada tekanan khusus yang hanya dimiliki Rasulullah saw.dan tidak dimiliki para Nabi yang lain.Dimana beliau menekankan pada sabdanya, "kemudian Dia membina nya dengan sangat baik." Sebab jika tidak demikian tentu semua Nabi juga termasuk orang-orang yang dididik dan dibina langsung oleh Allah swt.
diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin,bahwa ia pernah ditanya, "Kesopanan (adab) mana yang paling dekat dengan Allah dan lebih suci bagi hamba disisi-Nya?" Ibnu Sirin menjawab, "Mengetahui rububiyyah (Ketuhanan)-Nya,melakukan ketaatan,selalu bersyukur,(memuji) kepada Allah atas segala nikmat-Nya,dan bersabar atas kesulitan yang menimpanya."
Dikatakan kepada Hasan bin Abi Hasan al Bashri - rahimahullah, "Sebagian besar orang belajar adab (kesopanan), namun mana yang paling bermanfaat di dunia dan paling bisa mengantarkan ke akhirat?" Ia menjawab, "Pertama, memperdalam ilmu agama (tafaqquh fid-din). sebab dengan demikian hati orang orang yang belajar akan tercurah pada agama.Kedua, zuhud dalam hal dunia.Sebab ia akan mendekatkan Anda kepada Tuhan Pemelihara alam raya.Ketiga,mengetahui apa yang menjadi hak-hak Allah terhadap diri Anda,karena akan mencakup kesempurnaan iman."
Said bin al Musayyab r.a. berkata, "barangsiapa tidak mengerti hak-hak Allah terhadap dirinya,dan tidak memiliki kesopanan dalam masalah perintah dan larangan-Nya, maka sebenarnya ia termasuk orang yang terisolir dari kesopanan (adab)."
Kultsum al-Ghassani - rahimahullah - berkata,"kesopanan itu ada dua macam: kesopanan dalam berbicara dan kesopanan dalam berbuat.Barang siapa kasihan terhadap dirinya dalam kesopanan berbicara,maka ia akan kehilangan pahala amal.Dan barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan kesopanan perbuatannya,maka Allah akan menjadikan hati manusia mencintainya,dihindarkan dari aib,dan mendapatkan pahala yang sama dengan orang orang yang mencari ilmu."
Diriwayatkan dari Ibnu Mubarak - rahimahullah - yang mengatakan,"Kami lebih membutuhkan sedikit kesopanan daripada banyak ilmu."
Ia juga mengatakan, "Kesopanan (adab)  bagi seorang arif sejajar dengan posisi tobat bagi para pemula."
Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata: Adab itu sandaran penyanggah bagi orang orang fakir dan hiasan bagi orang orang kaya.Sementara itu manusia dalam masalah kesopanan adalah tidak sama.mereka dibedakan menjadi tiga tingkatan:Orang orang yang berkecimpung dalam masalah dunia,para agamawan,dan orang orang husus dari para agamawan.
Sementara itu orang orang yang berkecimpung dalam masalah dunia,maka sebagian besar adab (kesopanan) mereka dalam bidang kefasihan dalam ungkapan (fashahah),sastra tinggi (balaghah) ,menghafal berbagai ilmu,cerita para raja,syair syair dan pengetahuan tentang teknologi.
Sedangkan para agamawan,maka sebagian besar adab mereka masuk dalam bidang latihan spiritual,latihan anggota badan,menyucikan hati,menjaga batas batas ketentuan agama,meninggalkan kesenangan nafsu (syahwat),menjauhi syubhat,memurnikan ketaatan hanya untuk Allah dan bersegera melakukan kebaikan.
Diceritakan dari Sahl bin Abdullah - rahimahullah - yang mengatakan,"Barangsiapa menekan nafsu nya dengan adab, maka ia akan beribadah kepada Allah dengan ikhlas."
Ia juga berkata, "Mereka (kaum Sufi) memohon pertolongan kepada Allah atas semua perintah-Nya,sehingga mereka bisa bersabar atas adab terhadap Allah.
Dikatakan pula, "Bahwa sebaik baik adab adalah tobat,mencegah nafsu dari kesenangannya."
Sebagian kaum Sufi ditanya tentang adab jiwa.Maka ia menjawab, "Hendaknya Anda kenal kan kebaikan lalu Anda dorong untuk melakukannya,dan Anda kenalkan kejelekan lalu Anda kekang agar ia menjauhinya."
Dikatakan pula, "Bahwa adab adalah kesempurnaan segala sesuatu, yang tidak akan bisa jernih dengan sebaik mungkin kecuali bagi para nabi dan orang orang jujur."
Syekh Abu nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata: Sementara itu, sebagian besar adab orang orang khusus dari para agamawan adalah dalam bidang penyucian hati,menjaga rahasia rahasia hati,menepati janji,menjaga waktu,kurang memperhatikan pada lintasan dan bersitan bersitan hati.Mereka memiliki kesetabilan antara rahasia hati dengan tindakan luar.Mereka memiliki adab yang baik dalam posisi meminta,kedekatan diri dengan Allah,saat saat kehadiran hati nurani,kedekatan dan keseimbangan dengan Allah.
Saya pernah mendengar Ahmad bin Muhammad al-Bashri - rahimahullah - yang mengatakan:Saya pernah mendengar al-Jalajili al-Bashri berkata, "Tauhid adalah sesuatu yang mengharuskan keimanan.maka barangsiapa tidak beriman maka ia tidak memiliki Tauhid.Sedangkan keimanan mengharuskan syariat.Barangsiapa tidak memiliki syariat maka ia tidak memiliki iman dan tauhid.Sementara itu syariat mengharuskan kesopanan (adab) .Maka barangsiapa tidak memiliki adab berarti ia tidak memiliki syariat dan juga tidak memiliki tauhid."
Abu al-Abbas bin 'Atha' - rahimahullah - pernah ditanya,"Apa yang dimaksud dengan adab itu sendiri?" Ia menjawab, "Selalu memahami dan melakukan hal hal yang dianggap baik." Kemudian ia melanjutkan, "Hendaknya Anda bermuamalah kepada Allah dengan kesopanan (adab), baik dalam kondisi rahasia maupun terbuka.Jika anda berlaku demikian,maka Anda adalah orang yang memiliki adab yang tinggi,meskipun Anda orang yang tidak fasih dalam mengungkapkan tutur kata."Kemudian Ibnu 'Atha' mendendangkan untaian syair:
Jika ia berkata,akan membawa keindahan,
jika pun ia tenang,maka membawa segala keelokan.
Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata: Kaum Sufi memiliki adab dalam bepergian , waktu waktunya dan dalam akhlak mereka.Sebagaimana mereka juga memiliki adab dalam gerak dan diamnya.
Mereka memiliki ciri ciri khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain.Sehingga mereka gampang dikenal lewat bentuk prilakunya diantara manusia manusia yang lain.Dengan demikian,kelebihan yang satu dengan yang lain mudah dikenal.
Dengan adab ini pula,akan bisa dibedakan anatara orang orang yang jujur dengan mereka yang berbohong,antara mereka yang sekadar mengaku Sufi dengan mereka yang benar benar Sufi.
Kami akan sebutkan sekilas tentang adab adab mereka itu secara ringkas dalam bahasan berikutnya,pada masing masing bab.Agar orang yang mau berpikir bisa melihat dan memahaminya.Insya allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

trimakasi atas kunjungan nya
mudah mudahan taufik dan hidayah allah selalu menyertai kita