بسم الله الرحمن الرحيم

Tampilkan postingan dengan label BAGIAN KETIGA MENELADANI RASULULLAH.SAW.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAGIAN KETIGA MENELADANI RASULULLAH.SAW.. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

BAGIAN KETIGA MENELADANI RASULULLAH.SAW (IV).PARA GURU SUFI DALAM MENGIKUTI JEJAK RASULULLAH DAN KEKHUSUSAN MEREKA

Syekh Abu Nashr as-Sarraj -- rahimahullah -- berkata:Saya mendengar Abu Amr Abdul Wahid bin 'Ulwan _ rahimahullah _ berkata: Saya mendengar al-Junaid _ rahimahullah _ berkata, "Ilmu kami ini terjalin erat dengan Hadis Rasulullah.saw."

Saya juga mendengar Abu Amr Ismail bin Nujaid as-Sulami berkata: Saya mendengar Abu Ustman Said bin Ustman al-Hiri berkata, "Barang siapa menjadikan Sunnah sebagai pemimpin dirinya,baik dalam tindakan maupun ucapannya,niscaya ia akan berbicara dengan penuh hikmah.Dan barang siapa menjadikan nafsunya sebagai pemimpin dirinya,baik dalam tindakan maupun ucapannya tentu yang keluar dari mulutnya adalah bid'ah. Allah berfirman;

وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

"Jika kamu menaatinya maka kamu akan mendapat petunjuk'" (Q.s. an-Nur: 54).

Saya juga mendengar Abu Yazid Thaifur bin Isa al-Bisthami berkata: Saya mendengar Musa bin Isa yang lebih dikenal dengan 'Umayya berkata: Saya mendengar Abu Yazid al-Bisthami _ rahimahullah _ berkata,"Bangkitlah bersama kami,sehingga kita bisa melihat seorang laki-laki yang telah mengumumkan dirinya sebagai wali.Laki-laki tersebut banyak dituju orang, dikenal sebagai orang yang ahli ibadah dan zuhud.Thaifur telah menyebutkan nama laki-laki tersebut dan sekaligus kebangsaannya.Kemudian kami berjalan,dan setelah orang itu keluar dari rumahnya dan masuk kemasjid ia meludah ke arah kiblat.Abu Yazid kemudian berkata, 'Bangkitlah dan marilah kita tinggalkan tempat ini'. Akhirnya Abu Yazid pergi tanpa mengucapkan salam kepadanya.Lalu Abu Yazid berkata, 'Orang itu tidak bisa dipercaya untuk menerapkan adab dan sopan santun yang diajarkan Rasulullah.Lalu bagaiman ia bisa dipercaya untuk menerima berbagai tingkatan spiritual para wali dan orang-orang jujur yang Rasulullah titipkan pada mereka?!.

Saya juga mendengar Thaifur berkata: Saya mendengar Musa bin Isa berkata: Saya mendengar ayahku berkata: Saya mendengar Abu Yazid _ rahimahullah _ berkata:"Saya pernah bermaksud meminta kepada Allah agar Dia mencukupi biaya makan dan perempuan (istri).Namun akhirnya aku sadar dan berkata,'Bagaimana aku boleh meminta hal ini kepada Allah Azza wa Jalla,sementara Rasulullah tidak pernah memintanya'.Akhirnya saya tidak jadi memintanya.Dan Allah telah mencukupi segalanya kepadaku termasuk wanita.Sehingga saya tidak peduli apakah saya berhadapan dengan wanita atau sedang menghadap ke tembok".

Aku mendengar Abu Thayyib Ahmad bin Muqatil al-'Akki al-Baghdadi berkata:Suatu saat aku berada dirumah Ja'far al-Khuldi _ rahimahullah _ di hari wafat asy-Syibli.Kemudian Bundar ad-Dinawari yang pernah menjadi pembantu asy-Syibli datang kerumah Ja'far al-Khuldi,dimana ia ikut hadir di depan asy-Syibli di saat menjelang wafatnya. Ja'far bertanya kepada ad-Dinawari, "Apa yang engkau lihat saat asy-Syibli menjelang ajalnya?" Ia menjawab, "Tatkala lisannya tidak mampu berbicara dan keningnya berkucuran keringat,ia memberi isyarat kepadaku agar aku mewudhuinya untuk salat.Akhirnya aku mewudhuinya.Namun aku lupa menyela-nyelakan air di jenggotnya.Kemudian ia memegang tanganku dan memasukan jari jemariku kedalam sela-sela jenggotnya."Abu Thayyib berkata: Ja'far al-Khuldi kemudian menangis dan berkata,"Maka apa yang pantas dikatakan untuk seorang yang tidak pernah meninggalkan menyela-nyela jenggotnya ketika berwudhu di saat menjelang ruhnya dicabut dan lisannya tidak mampu berbicara serta keringat mengucur deras dari dahinya?"

Saya pernah mendengar Ahmad bin Ali al-Wajihi berkata:Saya mendengar Abu Ali ar-Rudzabari berkata,"Guruku dalam ilmu tasawuf adalah al-Junaid al-Baghdadi,guruku dalam ilmu fiqih adalah Abu al-Abbas bin Suraij,guruku dalam nahwu dan linguistik adalah Tsa'labah,sedangkan guruku dalam Hadis Rasulullah adalah Ibrahim al-Harbi."

Dzun-Nun al-Mishri pernah ditanya,"Dengan apa engkau mengenal Allah?" Ia menjawab,"Aku mengenal Allah dengan Allah,sedangkan aku mengenal selain Allah lewat Rasulullah."

Sahl bin Abdullah _ rahimahullah _ berkata, "Setiap wajd (suka cita kepada Tuhan) yang tidak dilandasi al-Qur'an dan as-Sunnah adalah batil (tidak benar).

Abu Sulaiman ad-Darani berkata, "Hatiku terisi hakikat selama empat puluh hari,maka tidak aku izinkan setelah itu kecuali dua saksi,al-Kitab dan as-Sunnah."

Inilah yang sempat aku rekam dalam benakku apa yang dilakukan kaum Sufi dalam mengikuti jejak dan langkah Rasulullah.Saya tidak suka sesuatu yang memberatkan dengan memberikan banyak contoh.Oleh karenanya,sedikit apa yang saya sebutkan di sini adalah untuk meringankan.Semoga Allah member taufik.

BAGIAN KETIGA MENELAADANI RASULULLAH SAW.(III)RIWAYAT YANG MENERANGKAN TENTANG KERINGANAN DAN KELONGGARAN KEPADA UMAT DAALAM MASALAH YANG ALLAH BOLEHKAN DAN DAALAM HAL YANG SIFATNYA KHUSUS DAN UMUM DAALAM MENGIKUTI RASULULLAH SAW

Adapun Hadis-hadis riwayat dari Rasulullah saw.yang menyebutkan,bahwa Allah telah mengumpulkan untuk Rasulullah saw.harta rampasan perang dari Bani Quraizhah,Bani Naddir,tanah Fadak,Khaibar dan yang sejenis,perhiasan-perhiasan yang dihadiahkan kepadanya,pedang yang sarungnya berlapiskan perak,atau gorden-gorden yang ada di rumahnya,bendera miliknya,keledai,unta,selimut,sorban,sepatu khuf yang diberi hadiah an-Najasyi dan lain-lain sebagaimana yang banyak diriwayatkan dalam Hadis.Juga riwayat yang menyebutkan,bahwa beliau suka manis manisan dingin,kue poding dan juga perintahnya kepada para sahabatnya, "Makanlah kalian sehingga kenyang" . dan riwayat-riwayt yang sejenis,adalah merupakan keringanan (rukhshah) dan kelonggaran yang diberikan kepada umatnya.Karena Rasulullah adalah imam umat manusia hingga hari Kiamat.Sementara itu beliau pernah brsabda:

"Aku diutus dengan membawa agama yang penuh toleran dan keringanan." (H.r. Ahmad dari Aisyah).

Juga sabdanya:

"Aku dijadikan lupa hanyalah supaya bisa menjadi sunnah." (H.r.Muslim).

Andaikan Allah tidak memberikan kelonggaran dan keringanan kepada manusia untuk melakukan apa yang dibolehkan dalam mencari atau (bekerja),mengumpulkan,dan menyimpan (menahan) harta dengan landasan ilmu,tentu mereka akan hancur binasa.Sebab Allah swt.tidak pernah mengajak makhluk-Nya untuk mengumpulkan harta dan berbagai hasil teknologi,atau melakukan perdagangan,akan tetapi Dia hanya mengijinkan mereka untuk melakukan hal itu.Sebab Allah Mahatahu kelemahan makhluk-Nya.

Allah swt.mengajak mereka untuk taat dan beribadah kepada-Nya.Dia menganjurkan kepada seluruh orang mukmin untuk selalu berdzikir,bersyukur,bertawakal kepada-Nya dan mencurahkan segalanya hanya untuk-Nya.Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

"Wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya," (Q.s. Al-Ahzab: 41).

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakal,jika kalian benar-benar orang yang beriman." (Q.S. al-Ma'idah: 23),
وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ
"Dan Aku adalah Tuhanmu,maka bertakwalah kepada-Ku." (Q.s. al-Mu'minun: 52).
"Dan hanya kepada-Ku kalian harus takut (tunduk)." (Q.s. al-Baqarah:40) Dan firman-Nya,
"Dan hanya kepada-Ku kalian harus bertakwa." (Q.s. al-Baqarah:41).Dan ayat-ayat lain yang sejenis.

Kondisi manusia dalam menyikapi hal-hal yang dibolehkan dan kelonggaran-kelonggaran ini tidak seperti kondisi para nabi a.s. Karena sebagian besar manusia cendrung pada keringanan dan kemudahan-kemudahan,karena lemahnya iman mereka,kecendrungan hawa nafsu mereka pada kenikmatan-kenikmatan duniawi dan ketidak mampuan mereka untuk memikul beban pahitnya sabar dan merasa puas dengan apa yang ada.Di mana semua itu merupakan hal yang harus dan tidak boleh tidak.

Bahkan ketidak mampuan mereka seringkali menggiringnya untuk menuruti syahwat dan prilaku-prilaku buruk jika mereka tidak mampu menunaikan hak-haknya dan tidak juga melakukan syarat-syarat yang sesuai dengan ilmu dalam memperolehnya.

Ada pun para nabi a.s. mereka telah dilatih dengan dukungan kenabian,kekuatan risalah dan sinar wahyu.Sehingga mereka sama sekali tidak terseret ke dalam hal-hal yang mubah tersebut.Mereka jadikan hal-hal yang mubah itu untuk orang lain.Mereka melakukan hak-haknya,dan bukan merupakan bagian kenikmatannya.

Apakah Anda tidak memperhatikan firman Allah swt.;

"Harta rampasan (fai')apa saja yang diberikan Allah kepada rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota maka adalah untuk Allah,Rasul,anak-anak yatim,orang-orang miskin dan orang yang dalam perjalanan,supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja diantara kamu," (Q.s. al-Hasy: 7).

Allah telah memberitahukan bahwa harta rampasan apa pun adalah untuk Allah,Rasul,kerabat dekat dan anak-anak yatim.

Kaum Sufi mengatakan,bahwa makna kalimat, "untuk Allah dan Rasul-Nya" adalah berhak bagi Rasul untuk meletakannya dalam posisi dan porsi yang sebenarnya.Sementara itu pendapat yang mengatakan,bahwa Rasul berhak seperlima dari seperlima sesungguhnya itu adalah cara dia membagiakan menurut apa yang ia kehendaki.

Sementara itu manusia dalam melakukan tindakan yang selaras dengan Kitab Allah dan mengikuti Rasul-Nya,terbagi dalam tiga kelompok:

Pertama,orang yang selalu ketergantungan dengan keringanan,kelonggaran hal-hal yang mubah (dibolehkan) dan suka menakwil (interpretasi).

Kedua, orang yang mengerjakan semua itu dengan sempurna,disamping ia juga mengerti hukum-hukum agama,sehingga tidak ada hukum yang tidak diketahui.Kemudian ia memiliki ketergantungan dengan berbagai kondisi spiritual yang tinggi,amal kegiatan yang diridhai,akhlak yang mulia,hal-hal yang terhormat,hakikat dari berbagai kebenaran,realisasi dan kejujuran.

Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah Hadis,bahwa Rasulullah pernah bertanya kepada Haritsah,

"Bagi setiap kebenaran (haq) tentu ada hakikatnya.Lalu apa hakikat keimananmu?"

Haristah menjawabnyaa; "Saya berusaha menjauhkan diri dari dunia,tidak tidur di malam hari,haus di siang hari (berpuasa).Seakan-akan saya melihat 'Arasy Tuhanku yang begitu terang dan jelas..."

Lalu Rasulullah saw. bersabda; "Berarti engkau telah tahu,maka tetaplah pada jalan ini."

Atau beliau bersabda, "Seorang hamba yang hatinya disinari oleh Allah." (H.r. al-Bazzar dengan sanad dha'if).

Disebutkan bahwa dasar pembicaraan mereka (kaum Sufi) tentang ilmu batin ada empat Hadis;

Pertama, Hadis Jibril a.s.,ketika ia bertanya kepada Rasullah saw.tentang iman dan ihsan.Kemudian Rasulullah menjawab;

"Ihsan adalah engkau menyembah (beribadah) kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.Kalau engkau tidak melihat-Nya,maka sesungguhnya Dia melihatmu..."

Kedua, Hadis Abdullah bin Abbas yang bercerita, "Bahwa Rasulullah menggandeng tanganku dan bersabda kepadaku;

"Wahai anak muda,jagalah (hak-hak) Allah,niscaya Dia akan menjagamu..."(H.r. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Ketiga,Hadis Wabishah r.a. ketika Rasulullah bersabda kepadanya;

"Dosa adalah apa yang membekas (dan mengganjal) di dadamu,sedangkan kebaikan adalah apa yang membuat dirimu tenang."

Keempat, adalah Hadis an-Nu'man bin Basyir dari Nabi saw. saat beliau bersabda;

"Sesuatu yang halal itu sudah jelas dan yang harampun jelas.Sementara itu diantara keduanya terdapat hal-hal yang syubhat (tidak jelas)." (H.r. Bukhari-Muslim).

Dan Sabda Nabi saw;

"Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan membahayakan (orang lain) dalam Islam. (H.r. Malik dari Yahya al-Mazini,Ahmad,Abdurrazzaq dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas).

BAGIAN KETIGA MENELADANI RASULULLAH.SAW.(II).RIWAYAT YANG MENJELASKAN TENTANG AKHLAK,PERBUATAN DAN KONDISI SPIRITUAL RASULULLAH.SAW. YANG ALLAH PILIHKAN UNTUKNYA

Syekh Abu Nashr as-Sarraj -- rahimahullah -- berkata:Diriwayatkan dari Rasulullah.saw.bahwa beliau pernah bersabda,;

"Sesungguhnya Allah telah membina mental (akhlak)ku,kemudian Dia membinanya dengan sangat baik." (Hr. Al-Askari dari Ali r.a.)

Beliau juga bersabda;

"Saya adalah orang yang paling tahu diantara kalian tentang Allah dan yang paling takut kepada-Nya." (Hr. Bukhari-Muslim).

Rasulullah.saw.juga bersabda:

"Aku disuruh memilih antara menjadi seorang Nabi yang menjabat raja atau menjadi seorang Nabi yang hamba.Kemudian Jibril a.s. memberiku isyarat agar berendah hati.Lalu aku menjawab pilihan itu:Akan tetapi aku lebih memilih menjadi Nabi yang hamba;Dimana suatu hari aku kenyang dan di hari yang lain aku lapar." (Hr.ath-Thabrani dari Ibnu Abbas,Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Diriwayatkan pula,bahwa beliau bersabda;

"Aku ditawari dunia,namun aku menolaknya." (Hr. Ibnu Abi ad-Dunya,Ahmad dan ath-Thabrani dari Abu Buwaihiyah).

Beiau juga bersabda;

"Andaikan aku memiliki emas sebesar Gunung Uhud niscaya akan aku infakkan demi agama Allah,kecuali sedikit yang aku sisakan untuk menutupi hutang." (Hr.Bukhari Muslim dan Ibnu Majah).

Sebagaimana juga diriwayatkan,;

"Bahwa Rasulullah.saw.tidak menyimpan makanan untuk esok hari.Beliau pernah sekali menyimpan makanan untuk keluarganya untuk masa satu tahun yang juga beliau persiapkan untuk orang-orang yang datang kepadanya." (Hr. Bukhari-Muslim dari Umar r.a).

Juga diriwayatkan,;

"Bahwa Rasulullah.saw. tidak memiliki dua potong baju (gamis),tidak juga makan makanan yang diayak lebih dahulu.Beliau sampai wafat belum pernah sama sekali merasa kenyang dengan roti gandum.Itu dilakukan atas pilihannya sendiri (kondisi normal) dan bukan karena kondisi darurat.Sebab andaikan beliau mau memohon kepada Allah Azza wa Jalla,agar gunung dijadikannya emas dan tidak akan dihisab di hari Kiamat,maka Allah akan melakukannya." (Hr. Ath-Thabrani,al-Bazzar dan Bukhari-Muslim).

Dan masih banya riwayat yang semisal dengan Hadis-hadis di atas.

Diriwayatkan bahwa,Rasulullah.saw.bersabda kepada Bilal;

"Berinfaklah wahai Bilal,dan jangan engkau khawatir Pemilik 'Arasy mengurangi hartamu." (Hr. Al-Bazzar,ath-Thabrani,al-Qadhi dari Ibnu Mas'ud).

Diriwayatkan,bahwa Barirah pernah menyuguhkan makan di depan Rasulullah.saw.,kemudian beliau makan sebagiannya.Kemudian pada malam ke dua Barirah datang dengan membawa sisa makanan yang pernah disuguhkan kemarin.Rasulullah kemudian bertanya dan menandaskan,;

"Apakah engkau tidak takut,jika makanan ini nanti mengepulkan asap di hari Kiamat? Janganlah engkau menyimpan makanan untuk esok hari,karena Allah Azza wa Jalla akan memberikan makanan setiap hari." (Hr. Al-Bazzar).

Juga diriwayatkan,;

"BahwaRasulullah.saw.tidak pernah mencacat suatu makanan sama sekali.Jika berselera maka beliau makan,jika tidak maka beliau tinggalkan.Dan setiap kali ditawari dua pilihan tentu beliau akan memilih yang paling sederhana(ringan)." (Hr. Malik,Bukhari-Muslim dan Abu Dawud).

Nabi saw.bukanlah seorang petani,bukan pula seorang pedagang dan juga bukan seorang pembajak tanah.

Dan di antara sikap tawadhu' (rendah hati) beliau,tercermin pada cara berpakaian dan tindakan-tindakan lainnya,dimana beliau mengenakan pakaian dari wool kasar (shuf),memakai sandal yang dijahit dengan benang,mengendarai keledai,memeras susu kambing sendiri,menambal dan menjahit sandalnya sendiri,menambal pakaiannya,beliau tidak merasa malu mengendarai keledai atau dibonceng di belakang.(Periwayat Hadis ini dilansir dalam lafal yang beragam oleh beberapa ahli Hadis semisal Ibnu Majah,al-Hakim,ath-Thabrani dan lain-lain,pent.).

"Diriwayatkan bahwa Rasulullah tidak suka dengan cara hidup kaya dan sama sekali tidak takut miskin.Dalam hidup yang ditempuh bersama keluarganya,pernah selama satu dan dua bulan tidak mengepulkan asap dapurnya karena tidak ada bahan untuk memasak roti.Makanan utamanya hanyalah dua:kurma dan air.(Hr. Bukhari-Muslim dari Aisyah dan (Abu Ya'la dari Abu Hurairah ).

Diriwayatkan pula,bahwa istri-istrinya disuruh memilih antara dunia dengan Allah dan Rasul-Nya.Mereka kemudian memilih Allah dan Rasul-Nya.Dalam peristiwa ini turun dua ayat dalam surat al-Ahzab:

"Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu,'Jika kalian mengnginkan kehidupan dunia dan perhiasannya,maka marilah supaya aku berikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.Dan jika kalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat,maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantara kalian pahala yang besar'". (Q.s. Al-Ahzab: 28-9)

Dan diantara doanya ialah:

"Ya Allah,hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah bersama golongan orang-orang miskin." (Hr.Tirmidzi, Ibnu Majah )dari Said al-Khudri dan (ath-Thabrani dan Ubadah bin Shamit.Namun Ibnu al-Jauzi dan Ibnu Taimiyah menganggapnya sebagai Hadis Maudhu').

Dan diantara doanya pula;

"Ya Allah karuniakanlah rezeki kepada keluarga Muhammad makanan pokok yang cukup sehari dalam setiap hari." (Hr.Bukhari Muslim,Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Abu Said al-Khudzri dalam menerangkan sifat-sifat Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkannya;

Rasulullah itu mengenakan pakaian wool kasar dan juga mengikat unta,(*1)menyiram tanaman menyapu rumah,(*2) menambal sandal,menambal pakaian,(*3) memeras susu kambing,makan bersama pembantunya,(*4) tak segan-segan menumbuk gandum jika pembantunya letih,(*5) tidak malu untuk memanggul barang-barangnya dari pasar ke rumah keluarganya.(*6)Beliau juga selalu bersalaman dengan orang-orang kaya dan miskin.(*7) Selalu yang pertama (memulai) mengucapkan salam,(*8) tidak pernah menolak orang yang mengundangnya,tidak pernah meremehkan hidangan yang disuguhkan sekalipun hanya berupa kurma yang paling jelek.(*9) Beliau sangat lembut perangainya,berwatak mulia,luwes cara bergaulnya,wajahnya berseri-seri,(*10) selalu tersenyum dan tidak pernah tertawa berbahak-bahak.(*11) Bila sedih tak pernah kelihatan kusut dan cemberut.(*12) Rendah hati tanpa harus rendah diri,(*13) dermawan tapi tidak boros.Hatinya lembut,selalu tunduk dan diam,pengasih kepada setiap muslim.Tidak pernah beserdawa karena kenyang,dan tidak pernah menjulurkan tangannya kepada makanan (yang jauh).(*14)

Aisyah r.a.berkata; "Rasulullah itu lebih dermawan daripada angin yang bertiup secara bebas." (Hr.Bukhari-Muslim).

Rasulullah.saw.pernah memberi kambing sebanyak antara dua gunung kepada seseorang.Kemudian orang itu pulang ke kabilah (suku)nya dan berkata;

"Sesungguhnya Muhammad memberi kepada seseorang sebagaimana pemberian orang yang tidak pernah khawatir jatuh miskin."(Hr.Imam Ahmad dan Muslim dari Anas ).

Rasulullah bukanlah sosok yang suka berteriak-teriak,tidak juga sosok yang suka berkata kotor dan keji.(Hr.Tirmidzi).

Nabi Muhammad saw.makan di atas tanah,duduk diatas tanah,(*17) dan berjalan di pasar.(*18) Beliau seringkali menjadikan tangannya sebagai bantal(*19) dan mencukur sendiri.Tidak pernah lebar-lebar,(*20) tidak pernah makan sendirian,tidak pernah memukul pembantu (budak)nya sama sekali dan tidak pernah memukul seorang pun dengan tangannya kecuali demi membela agama Allah.(*21) Beliau tidak pernah duduk bersila,tidak pernah makan sambil bersandar.Beliau pernah bersabda,;

Aku makan sebagaimana makannya seorang hamba dan aku duduk sebagaimana duduk seorang hamba." (*22)

(*1).H.r. Al-Bazzar dari Abu Musa.
(*2).H.r. Bukhari dari Aisyah.
(*3).H.r. Abu Syekh dari Aisyah.
(*4)H.r. Muttafaq 'Alaih dari Abu Hurairah.
(*5).H.r.Abu Bakar bin adh-Dhahhak dari Abu Said dan Muslim.
(*6).H.r. Ath-Thabrani.
(*7).H.r. Abu Daud dari Abu Dzar.
(*8).H.r. Abu Bakar bin adh-Dhahhak dari Hindun bin Abi Halah.
(*9).H.r. Ahmad,Ibnu Hibban,dan Tirmidzi dari Anas.
(*10).H.r. Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib r.a.
(*11).H.r. Tirmidzi dari Abdullah bin al-Harist.
(*12).H.r. Bukhari-Muslim dari Aisyah.
(*13).H.r. Abu Dawud dan Nasa'i.
(*14).H.r. Tirmidzi,Ibnu Majah dan al-Baihaqi.
(*15).H.r. Tirmidzi dari Aisyah.
(*16).H.r. Al-Hakim dari Anas.
(*17).H.r. Abu Daud dari Abu Said.
(*18).H.r. Ath-Thabrani dan al-Hakim dari buraidah.Dan ketika masuk
pasar beliau berdoa:
"Ya Allah,sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pasar ini
dan kebaikan apa yang ada di dalamnya."
(*19).H.r. Ahmad,Ibnu Hibban dan al-Hakim dari Abu Qatadah.
(*20).H.r. Tirmidzi.
(*21).H.r. Muttafaq 'Alaih.
(*22).H.r. Saad,Abu Ya'la,Ibnu Hibban dan Tirmidzi dari Aisyah.

Diriwayatkan,;Bahwa Rasulullah.saw.pernah mengikat batu di perutnya untuk mengganjal rasa lapar.Padahal andaikan beliau mau memohon kepada Tuhannya untuk menjadikan Gunung Abu Qubais sebagai emas tentu Dia akan mengabulkannya." (Hr.Bukhari-Muslim dari jabir dan Tirmidzi dari Abu Thalhah).

Rasulullah pernah membawa sahabat-sahabatnya ke rumah Abu al-Haitsam bin at-Taihan dengan tanpa diundang.Di sana beliau makan makanannya sendiri dan minum minumannya sendiri.Lalu beliau bersabda kepada para sahabatnya, "Inilah sebagian nikmat yang kalian tanyakan." (Hr.Malik,Tirmidzi dan Muslim dari Abu Hurairah).

Rasulullah.saw.pernah diundang seorang untuk datang kerumahnya dengan membawa lima orang sahabatnya.Maka orang keenam tidak boleh masuk kecuali mendapatkan izin tuan rumah. (Hr.Bukhari-Muslim dan Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Dalam sebuah Hadis diriwayatkan, "Bahwa Rasulullah.saw.pernah memiliki pakaian gamis (khamishah) yang ada batik atau motifnya.Kemudian pakaian tersebut diberikan kepada Abu Jahm,sebari bersabda,

"Hampir saja gambar ini membuatku terlena.'

Kemudian beliau meminta pakaian polos tidak bermotif dan kasar (anbijaniyyah) milik Abu Jahm'" (Hr.Bukhari-Muslim).

Rasulullah.saw.pernah ditanya mengenai shalat dengan hanya memakai satu pakaian.Kemudian beliau balik bertanya,;

"Apakah kalian semua bisa mendapatkan dua pakaian?" (Hr. Bukhari-Muslim,Malik,Tirmidzi dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Beliau pernah bersabda,:

"Saya adalah anak seorang perempuan Quraisy yang juga makan dendeng." (Hr. Al-Hakim dari Jarir).

Beliau juga bersabda,;

"Janganlah kalian mengatakan aku lebih baik daripada Yunus bin Mata a.s." (Hr.Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Daud dari Ibnu Abbas).

Dalam kesempatan lain beliau bersabda;

"Aku adalah tuan (sayyid) dari seluruh anak Adam,dengan tanpa menyombongkan diri." (Hr.Bukhari-Muslim,Ahmad dan an-Nasa'itu dari Sa'ad).

Beliau bersabda:

"Orang yang pertama kali masuk surga adalah orang-orang fakir dari kaum Anshar,dimana rambut kepalanya kusut (kurang rapi),pakaiannya kumal,tidak pernah menikmati kesenangan-kesenangan dunia dan jalan buntu (untuk masalah duniawi) tidak pernah terbuka baginya." (Hr.Ahmad,al-Bazzar dari Abdullah bin Amr bin 'Ash dan Ibnu Hibban dari Tsauban,ath-Thabrani,Tirmidzi dan al-Hakim, dimana para perawinya bisa dipercaya [tsiqah]).

Beliau bersabda,;

"Aku tidak ada urusan dengan dunia." (Hr.Ahmad,Ibnu Hibban,Baihaqi dari Abbas,Tirmidzi dari Abdullah bin Mas'ud,dan (Ibnu Majah).

Beliau juga bersabda;

"Hendaknya sarana hidup salah seorang diantara kalian sebagaimana bekal seorang pengendara (musafir)." (Hr. Abu Ya'la,ath-Thabrani dari Habbab,al-Baihaqi,al-Hakim,Ibnu Hibban dari Salman,dan Ibnu Majjah).) )

Beliau bersabda;

"Umatku yang miskin akan masuk surga lebih dahulu sebelum orang-orang kaya mereka dengan tenggang waktu setengah hari (di akhirat),dimana setengah hari di akhirat sama dengan lima ratus tahun (di dunia)." (Hr.Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dan juga sabdanya:

"Kami golongan para Nabi adalah orang-orang yang sangat berat ujian (cobaan)nya, kemudian menyusul setelah kami orang-orang pilihan yang lebih utama,kemudian yang lebih utama.Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar tingkat keagamaannya.Jika dalam beragama ia memiliki keteguhan maka akan diuji dengan ujian yang sangat berat." (Hr.Tirmidzi,Ibnu Majah,Ibnu Hibban,al-Hakim, dari Sa'adalah bin Abi Waqqash,Ahmad,an-Nasa'i dan ad-Darimi dari Ashim).

Diriwayatkan,bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah.saw.;

"Aku mencintaimu wahai Rasulullah." Kemudian Rasulullah bersabda, "Bersiaplah engkau menerima cobaan dengan leluasa." (Hr. Ath-Thabrani dari Ka'ab bin 'Ajarah).

Diriwayatkan pula dari Nabi saw.yang bersabda,

"Bagian dari dunia yang dicintakan kepadaku adalah perempuan dan wewangian,sementara ketenangan hatiku dijadikan pada shalat." (Hr. Ahmad dan an-Nasa'i).

Dan beliau juga bersabda,

"Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian." (Hr.Muslim dari Anas dan Aisyah).

Dalam Hadis ini Rasulullah menisbatkan dunia kepada para sahabatnya dan mengecualikan dirinya dari masalah dunia.

Rasulullah tidak pernah meletakan bata di atas bata yang lain (membangun rumah) sehingga beliau wafat.(Hr.Ibnu Hibban).

Saat Rasulullah.saw.wafat,baju perangnya masih tergadaikan di tangan Yahudi sebagai jaminan atas pinjaman satu sha' gandum.Beliau wafat tidak meninggalkan dinar maupun dirham.Tidak juga ada harta warisan yang harus dibagi.Di rumahnya tidak ada perabot rumah tangga. (Hr. Bukhari-Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah).

Beliau pernah bersabda,;

"Kami para rasul tidak meninggalkan warisan.Sedanmgkan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." (Hr.Malik,Bukhari-Muslim,Tirmidzi dan Abu Dawud).

Rasulullah.saw.menerima hadiah dan pemberian.Namun beliau tidak pernah makan sedekah (zakat),tapi beliau mengambilnya dari mereka untuk dibagikan kepada orang lain.

Dan diriwayatkan dari Rasulullah yang bersabda, "Allah tidak memberi wahyu kepadaku agar aku mengumpulkan harta dan kemudian menjadi seorang pedagang.Akan tetapi Allah swt.memberi wahyu kepadaku dengan perintah;

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat),dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang di yakini (ajal)." (Diriwayatkan dari Aisyah r.a.yang berkata;)

"Kami pernah menyembelih seekor kambing dan kami sedekahkan semuanya kecuali bagian pundak (kaki depan).Kami pun bilang kepada Rasulullah,'Wahai Rasulullah,semuanya habis kecuali kaki depannya!' Rasulullah menjawab,;

"Semuanya akan menjadi kekal kecuali kaki depannya'." (Hr. Tirmidzi).

Allah swt.berfirman;

"Nun,demi al-Qalam (Pena) dan apa yang mereka tulis,berkat nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.Dan sesungguhnya bagimu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q.S. Al-Qalam: 1-4).

Rasulullah.saw.bersabda,;

"Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan benci akhlak yang rendah." (Hr.al-Hakim dari Sahl bin Sa'ad,Ibnu Majah,Abu Nuaim dan ath-Thabrani).

Beliau juga bersabda;

"Saya diutus dengan membawa akhlak yang mulia." (Hr. Malik dan Ahmad).

Di antara kemuliaan akhlak Rasulullah.saw.adalah memilika rasa malu yang tinggi,dermawan tawakal,ridha,dzikir,syukur,sabar,pemaaf,penuh toleran,penuh asih,belas kasih,suka memberi nasihat,ketenangan,berwibawa,rendah hati,sedikit harta,suka memberi,kokoh pendirian,pemberani,ikhlas,jujur,zuhud,puas dengan apa yang ada,khusyu',selalu takut kepada Allah,selalu mengagungkan,disegani,selalu berdoa dan sering menangis,penuh harapan kepada Allah dan selalu menggantungkan diri kepada-Nya,bertahajjud dan beribadah.Hari-harinya adalah jihad dan mujahadah.

Sebagaimana diriwayatkan,bahwa Nabi saw.selalu sedih,selalu merenung (tafakur).Di dadanya ada suara gemuruh laksana gemuruhnya periuk yang sedang berisi air mendidih.(Hr. Ath-Thabrani dari Hasan bin Ali,Abu Dawud,an-Nasa'i Ibnu Hazin dan Ibnu Hibban).

Juga diriwayatkan bahwa,Rasulullah.saw.shalat hingga kedua kakinya bengkak.Kemudian Aisyah bertanya, "Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa tuan,baik yang telah lalu maupun yang akan datang?" Maka Rasulullah menjawab,;

"Apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur?" (H.r. Bukhari-Muslim dari Aisyah,Tirmidzi dan an-Nasa'i dari al-Mughirah bin Syu'ban).

Rasulullah akan memberi kepada orang yang tidak pernah memberinya,selalu menyambung persaudaraan dengan orang yang memutus hubungan dengannya dan memaafkan kepada orang yang menganiayanya.Rasulullah tidak pernah menghukum dan marah kepada siapa pun hanya karena kepentingan pribadinya,kecuali bila orang yang dihukum tersebut karena melanggar larangan-larangan Allah.Maka beliau akan marah karena Allah.(H.r. Bukhari dari Abdullah bin Amr bin 'Ash).

Beliau kepada para janda laksana seorang suami yang sangat panyayang,dan kepada anak-anak yatim laksana seorang ayah yang penuh kasih sayang.

Beliau pernah bersabda,;

"Barang siapa meninggalkan harta maka itu menjadi milik ahli warisnya,dan barang siapa meninggalkan istri sebatang kara atau anak-anak terlantar hendaknya kepadaku." (H.r. Ahmad Bukhari Muslim an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Rasulullah.saw.pernah berdoa:

"Ya Allah,sesungguhnya aku manusia yang bisa marah sebagaimana orang lain marah.Maka jika ada orang yang aku lecehkan atau aku laknat maka jadikanlah itu sebagai kaffarat (tebusan) dosanya." (H.r. Bukhari Muslim Abu Daud dan Tirmidzi).

Andaikan bukan karena kemuliaan,pemaaf dan kesabaran yang ada pada diri Rasulullah.saw.tentu disaat penaklukan di kota Mekkah (Fathu Makkah) merupakan kesempatan besar bagi Rasulullah untuk membalas orang-orang kafir Quraisy.Ini merupakan bukti nyata akan kesempurnaan akhlak beliau yang sangat tinggi.

Karena saat itu beliau masuk kota Makkah dengan cara damai.Padahal pada tahun-tahun sebelumnya paman-paman dan orang-orang dekatnya dibunuh setelah mereka mengepungnya di perkampungan dan menyiksa sahabat-sahabatnya dengan berbagai bentuk siksaan.Mereka mengusir dan menyiksanya sampai berdarah,melempari kotoran binatang,menyakiti hatinya dan juga kepada para sahabatnya.Mereka membodoh-bodohkannya dan mengadakan pertemuan untuk melakukan tipu muslihat.Namun ketika Rasulullah.saw.masuk di Mekkah dengan tanpa keinginan mereka,dan beliau berada di pihak yang menang sementara mereka di pihak yang kalah dan rendah,kemudian beliau berdiri sembari berkhotbah yang dimulainya dengan memuji kepada Allah dan menyanjung-Nya.

Kemudian dalam khotbahnya,beliau bersabda,;

"Aku mengatakan apa yang pernah dikatakan saudaraku, Yusuf a.s.,

قَالَ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَ‌ۖ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡ‌ۖ

'Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian,mudah-mudahan Allah mengampuni kalian'." (Q.S. Yusuf: 92).

Kemudian beliau melanjutkannya,;

"Barang siapa masuk rumah Abu Sufyan maka ia akan aman." (H.r. An-Nasa'i dari Abu Hurairah).

Dan masih banyak riwayat shahih yang searti dengan riwayat-riwayat di atas.Tentu saja tidak mungkin disebutkan disini secara keseluruhan.Sementara itu yang kami sebutkan hanyalah sebagian dari apa yang bisa dijadikan petunjuk.Dan hanya Allah swt.Yang Mahatahu.

BAGIAN KETIGA MENELADANI RASULULLAH.SAW. (I).KEAHLIAN KAUM SUFI DALAM MEMAHAMI KITAB ALLAH DAN KESELARASAN MEREKA DALAM MENGIKUTI JEJAK RASULULLAH.

Syekh Abu Nashr as-Sarraj -- rahimahullah -- berkata;Allah swt.berfirman kepada Nabi-Nya saw.;

قُلۡ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡڪُمۡ جَمِيعًا

"Katakanlah,'Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah (yang diutus) kepada kalian semua'." (Q.S. Al-A'raf:158).

Ayat ini memberi tahu kepada kita,bahwa beliau diutus untuk makhluk.

Kemudian Allah swt.berfirman:

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus. (Yaitu) Jalan Allah Yang memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi." (Q.S. Asy-Syura: 52-3).

Dalam ayat ini Allah memberi kesaksian,bahwa Rasulullah.saw.bisa menunjukan kepada jalan yang lurus.

Kemudian Allah mewajibkan kepada kita untuk tidak berkeyakinan, bahwa apa yang diucapkan Nabi saw.itu dari hawa nafsunya.Sebab Allah swt.berfirman,;

"Dan tidaklah apa yang diucapkannya itu (al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya." (Q.S. An-Najm: 3).

Kemudian Allah menjelaskan sifat Rasulullah.saw.;

"Dialah Yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka,yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah)." (Q.S. Al-Jumu'ah: 2).

Allah memberi tahu kepada kita bahwa Rasulullah membacakan ayat-ayat Allah pada kita,mengajarkan Kitab-Nya,al-Qur'an dan Hikmah,dimana ia merupakan suatu peristiwa yang dialami Rasulullah, yang merupakan Sunnah,adab (sopan santun),akhlak,perbuatan,kondisi dan hakikat-hakikatnya.

Kemudian Rasulullah menyampaikan apa yang Allah turunkan kepadanya dan apa yang diperintahkan untuk disampaikan,karena Allah swt.berfirman,;

"Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." (Q.S. Al-Ma'idah: 67).

Kemudian Allah Azza wa Jalla memerintah semua makhluk untuk menaati Rasul-Nya sebagaimana Dia juga memerintah mereka untuk menaati-Nya.Dimana Dia berfirman,

"Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul." (Q.S. An-Nur: 54).

Dan juga firman-Nya,;

"Barangsiapa menaati rasul,maka sesungguhnya ia telah menaati Allah." (Q.S. An-Nisa': 80).

Allah juga memerintahkan semua makhluk untuk menerima apa yang dibawa rasul.Allah berfirman:

"Apa yang diberikan rasul kepada kalian maka terimalah.Dan apa yang kalian dilarangnya maka tinggalkanlah." (Q.S. Al-Hasyr: 7).

Allah akan memberi petunjuk kepada mereka yang mau mengikuti Rasul-Nya,dimana Dia telah berfirman,;

"Dan ikutilah dia,semoga kamu mendapatkan petunjuk." (Q.S. Al-A'raf: 158).

Allah juga menjanjikan hidayah (petunjuk) kepada mereka dengan syarat mereka menaatinya.Allah berfirman,;

"Dan jika kamu taat kepadanya niscaya kamu akan memperoleh petunjuk." (Q.S. An-Nur: 54).

Allah mengancam akan muncul fitnah (cobaan) dan azab yang pedih untuk mereka yang menentang dan melanggar apa yang Rasulullah perintahkan. Allah swt.berfirman;

"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (Q.S. An-Nur: 63).

Kemudian Allah memberi tahu kepada kita,bahwa cinta Allah kepada orang-orang mukmin dan cinta mereka kepada Allah adalah dengan cara mengikuti Rasul-Nya. Allah swt.berfirman:

"Katakanlah,'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,ikutilah aku,niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu." (Q.S. Ali Imran: 31)

Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin untuk meneladani Rasulullah.saw. Dia berfirman;

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (Q.S. Al-Ahzab:21).

Banyak hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah Sementara setiap Hadis yang dinukil orang yang bisa dipercaya dari orang yang bisa dipercaya pula,maka seluruh umat Islam wajib melaksanakan Hadis tersebut.Allah swt.berfiman,;

"Dan dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat,dan taatlah kepada rasul,supaya kamu diberi rahmat." (Q.S. An-Nur: 56).

Dan firman-Nya,"Sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus." (Q.S. Az-Zukhruf:43).

Sehingga dengan demikian,meneladani Rasulullah.saw.,mengikuti jejaknya dan taat kepada perintahnya adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia,baik yang pernah menjumpai atau tidak,kecuali tiga golongan dimana pena malaikat diangkat untuk tidak digunakan mencatat perbuatannya.

Maka barang siapa cocok dan setuju dengan al-Qur'an namun tidak mengikuti Sunnah-sunnah Rasulullah.saw.maka sebenarnya ia menyalahi al-Qur'an itu sendiri dan tidak mengikutinya.Sementara itu arti mengikuti adalah mencontoh dan meneladani Rasulullah.saw.dalam segala hal yang dianggap sahih datang darinya.Dari sisi akhlak,perbuatan dan kondisi,perintah,larangan,anjuran dan hal-hal yang beliau makruhkan kecuali ada dalil yang menunjukan sebaliknya,sebagaimana firman Allah,;

"Sebagai pengkhususan bagimu,bukan untuk semua orang mukmin." (Q.S. Al-Ahzab: 50).

Dan sabda beliau yang menjelaskan tentang puasa wishal (sambung beberapa hari tanpa berbuka atau sahur,pent.),

"Saya tidaklah seperti kalian." (Q.S. Hr. Malik,Bukhari-Muslim

dan 
Tirmidzi).

Sebagaiman juga sabda Rasulullah dalam Hadis kurban tatkala beliau bersabda kepada sahabatnya,Abu Burdah bin Nayyar,;

"Sembelihlah dan setelah kamu ini tidak berlaku lagi." (Q.S. Hr.Bukhari-Muslim,dari al-Barra' bin 'Azib).

dan hal-hal lain
yang berdasarkan dalil dari al-Qur'an ataupun Sunnah.

Adapun yang diriwayatkan dari Rasulullah tentang hukum pidana (hudud) dan hukum-hukum yang lain serta ibadah,mulai dari masalah yang fardu (wajib),Sunnah,perintah dan larangan,anjuran,keringanan (rukhshah) dan kelonggaran maka itu adalah pokok-pokok ajaran agama yang telah dikondifikasi oleh para ulama dan para ahli fiqih,dan merupakan istilah yang berlaku dan populer di kalangan mereka.Karena mereka adalah para imam yang dengan sadar menjaga hukum-hukum Allah dan berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah.saw. Mereka adalah orang-orang yang memperjuangkan agama Allah Azza wa Jalla dan menjaga agama umatnya,menjelaskan kepada mereka mana yang halal dan mana yang haram,mana yang benar (haq) dan mana yang tidak benar (batil).Mereka akan menjadi argumentasi (hujjah) Allah atas makhluk-Nya dan para dai yang mengajak kepada agama-Nya.Mereka adalah orang-orang khusus yang hidup di tengah orang-orang awam.

Adapun orang-orang yang lebih khusus lagi dari orang-orang khusus ini adalah mereka yang dengan kokoh memegang pokok-pokok ajaran agama,menjaga batasan-batasan ketentuan hukum Allah,berpegang teguh Sunnah Rasulullah.saw. Sehingga setelah itu tak ada orang yang lebih khusus lagi dari mereka.Dimana mereka mencari Hadis-hadis Rasulullah yang mengungkapkan berbagai macam ketaatan,kesopanan,ibadah,akhlak yang mulia dan berbagai kondisi spiritual yang diridhai.Mereka menuntut diri mereka sendiri untuk mengikuti Rasulullah,meneladani dan mengikuti jejaknya,mulai dari kesopanan,akhlak,perbuatan dan berbagai kondisinya yang telah sampai kepada mereka.Mereka mengagungkan apa yang diagungkannya,mengecilkan apa yang dikecilkannya,menyedikitkan apa yang beliau sedikitkan,memperbanyak apa yang beliau perbanyak,membenci apa yang beliau benci,memilih apa yang beliau pilih,meninggalkan apa yang beliau tinggalkan,bersabar atas apa yang Rasulullah bersabar atasnya,memusuhi apa yang beliau musuhi,menjadikan pemimpin orang yang rasul anggap pantas untuk menjadi pemimpin,mengutamakan orang yang diutamakan,senang pada apa yang beliau senangi,serta hati-hati pada apa yang Rasulullah hati-hati padanya.Karena Aisyah tatkala ditanya tentang akhlak Rasulullah ia menjawab,;

"Akhlaknya adalah al-Qur'an". ( H.r. Ahmad,Muslim dan Abu Daud).Maksudnya sesuai dengan al-Qur'an.)

Diriwayatkan dari Rasulullah.saw.,bahwa ia pernah bersabda,;

"Saya diutus dengan membawa akhlak yang mulia." (H.r. Malik dan Ahmad ).